Setelah menyadari situasinya, mempersiapkan mentalnya, seorang survivor harus segera memiliki tempat berlindung/bivak saat kondisi survival. Kemampuan untuk membuat bivak adalah hal utama yang harus dimiliki seorang survivor. Hal ini dikarenakan mengingat kondisi survival yang tidak menentu.

Lihat artikel sebelumnya: Ceklist Wajib Survival Kit untuk Pendakian

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat bivak:

  1. Untuk berapa lama;
    1. Survivor harus merencanakan akan berapa lama ia berada di tempat tersebut. Kalau untuk jangka waktu yang cukup lama diusahakan membuat seaman dan senyaman mungkin.
  2. Sendiri atau berkelompok
    1. Perlu diperhatikan supaya tidak terlalu sempit, agar kelompok merasa nyaman. Juga jangan terlalu luas agar kehangatan tempat dapat dijaga.
  3. Pemilihan tempat

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tempat yang aman dan nyaman:

  1. Hindari tempat yang terbuka, dan dirikan tempat yang terlindung dari terpaan angin.
  2. Dirikan di tempat yang rata. Apabila tanah yang tersedia miring (jangan lebih dari 30º), dapat diatasi dengan memberi blok dengan batang pisang/batang pohon.
  3. Dirikan di tempat yang kering. Apabila daerahnya berhumus tebal, berlumut, dan berawa-rawa, buatlah dahulu para-para. Dapat dibuat dari batang pisang (batang pohon yang lain) yang dialasi daun-daun.
  4. Hindari aliran air hujan.
  5. Tidak mendirikan di dasar lembah dan lereng pegunungan.
  6. Dirikan dibawah kerindangan pohon yang kokoh tetapi masih dapat ditembusi sinar matahari.
  7. Tidak mendirikan dibawah pohon rapuh dan lapuk.
  8. Apabila memutuskan untuk tidak berpindah-pindah, usahakan mendirikan dekat sumber air.
  9. Tidak mendirikan di daerah aliran sungai.
  10. Tidak mendirikan pada jalur lintasan binatang.

Dalam membuat tempat berlindung, survivor dapat menggunakan bahan dan peralatan yang dibawa. Atau bisa juga menggunakan bahan-bahan alam yang ada disekitarnya (bivak alam).

Peralatan yang dapat digunakan sebagai tempat berlindung antara lain:

  1. Ransel; Jika tempat berada sukar diperoleh sesuatu dari alam yang bisa cepat digunakan sebagai tempat berlindung, namun cuaca cepat memburuk dan tenaga sudah menurun, ransel dapat digunakan:
    1. Berlindunglah dibalik batu besar atau pohon tumbang, sambil bersandar.
    2. Alasi tempat duduk dengan dedaunan yang bisa mencegah penghantar dingin dari tanah.
  2. Ponco/Fly sheet; Berbagai macam bentuk tempat berlindung dapat dibuat dengan bahan ini. Bentuk yang umum adalah bentuk A. Apabila mendirikan dengan ponco yang digabung, susun ponco dengan susunan seperti genteng (susun dari bawah), sehingga air hujan tidak merembes.

Lokasi yang tersedia disekitar kita (dari alam) antara lain:

  1. Lubang besar di pohon; hati-hati terhadap binatang yang hidup didalamnya (misal: ular)
  2. Pohon tumbang
  3. Goa atau cekungan di lereng

Untuk bahan atap, dapat menggunakan berbagai jenis daun yang dianyam. Seperti daun rotan berduri dapat digunakan sebagai bahan atap. Jangan hanya terpaku untuk mencari daun pisang atau daun honje saja. Caranya dengan menjepitkan daun-daun tersebut pada batang yang telah dibelah dua (batang honje atau lainnya), namun ujung pangkalnya tidak putus. Setelah daun-daun dijepitkan semua ikat ujung yang lain. Begitu seterusnya hingga atap yang diperlukan cukup.

Selain daun, kulit pohon pun dapat dijadikan sebagai atap. Caranya dengan menguliti pohon yang berdiameter cukup besar.

Sementara untuk tali, akar gantung adalah yang terbaik untuk digunakan. Namun jika sulit mendapatkannya, batang pisang yang disayat-sayat panjang pun dapat dijadikan sebagai tali. Namun sayatan batang pisang ini jangan dibuat simpul, cukup dengan menyisipkan saja pada lilitan. Satu hal yang harus diingat, jangan pernah terfokus pada satu macam saja. Cari kemungkinan-kemungkinan lain dan usahakan untuk kreatif.

Jadi kemampuan membuat tempat berlindung/bivak harus diasah selain menjadikan kita trampil, juga berguna saat survival.

bersambung ke Pengetahuan Tentang Air Saat Survival