Kondisi Survival secara kelompok jauh berbeda bila dibandingkan dengan survival individu (lihat artikel: Pengertian Survival Individu dan Tantangannya), karena kondisi survival secara berkelompok dirasa lebih ringan, walau hal tersebut tidak berarti mudah juga. Hal ini dikarenakan pekerjaan-pekerjaan teknis survival dapat dikerjakan bersama-sama. Disamping itu masalah kejiwaan yang mudah muncul apabila seorang diri dapat dikurangi intensitasnya (baca: 10 Hari Dinyatakan Hilang, 3 Pendaki Latimojong Ditemukan Selamat).

Hal Pertama yang Harus Diatasi

Hal pertama yang harus diatasi adalah memilih dan sepakat siapa yang menjadi pemimpin kelompok. Pemimpin kelompok dalam kondisi survival sangat berbeda dengan ketika dalam kondisi biasa. Seorang Pemimpin Kelompok selain harus memiliki ketegasan dan ketenangan. Dia juga harus dapat didengar oleh seluruh anggota kelompok. Karena ketika seseorang berada dalam kondisi survival secara kelompok, ia harus mau membiarkan dirinya dipimpin dan mengikuti ritme kelompoknya. Tidak boleh ada yang mau menang sendiri saja.

Mengapa hal ini penting, karena dengan banyaknya jumlah orang, berarti banyak pula pendapat, kepentingan, dan reaksi yang muncul. Sehingga sangatlah penting untuk menjaga agar kebersamaan tetap terkontrol.

Untuk itu dalam survival kelompok hal utama yang harus dilakukan adalah memiliki seorang pemimpin. Yang dapat mengatur anggota kelompok, selain hal-hal teknis lainnya.

Hal kedua yang harus dilakukan adalah:

  1. Susun rencana kegiatan dengan melibatkan seluruh anggota kelompok. Jika kelompok memiliki peta dan kompas akan lebih mudah untuk mengatur strategi apa rencana besarnya, namun jika kelompok tidak mempersiapkan diri dengan peta dan kompas maka sangatlah penting membuat perencanaan dari jam ke jam, dan dari hari ke hari.
  2. Pembagian tugas kepada setiap anggota; misalnya: Siapa yang bertugas membuat bivoac, siapa yang bertugas mencari bahan-bahan bivoac, siapa yang bertugas mencari air, siapa yang bertugas mencari bahan makanan, dsb.
  3. Kembangkan rasa kebersamaan dan kepercayaan didalam kelompok; jangan biarkan ada anggota kelompok yang mulai berbicara negatif atau mempengaruhi anggota yang lain berpikiran negatif pula, pikiran positif harus terus menerus dibangun, karena masing-masing individu memliki batas kemampuan mental yang berbeda-beda.

Sadarilah bahwa cobaan yang paling besar terhadap daya tahan tubuh dan kemauan terjadi pada saat kita telah melihat atau mendengar tim pencari atau pesawat pencari tetapi tim tersebut tidak melihat atau mendengar kita.

bersambung ke Ceklist Wajib Survival Kit untuk Pendakian